Menjemput Kehangatan Dini Hari di Serabi Khas Pulosari Pemalang
Bertahan Sejak 1980 dengan Cara Tradisional
Bukan perkara mudah untuk menjaga sebuah cita rasa tetap konsisten selama hampir setengah abad. Sejak tahun 1980, warung serabi ini menolak menyerah pada modernisasi. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional: adonan dituang ke dalam cetakan tanah liat, lalu dimasak di atas bara api kayu bakar. Cara inilah yang menghasilkan aroma smoky khas dan tekstur serabi yang lembut di dalam namun renyah di pinggiran.
Kombinasi Unik: Serabi dan Gorengan
Jika di daerah lain serabi kerap disantap dengan kuah kinca manis, masyarakat Pulosari punya cara sendiri yang tak kalah nikmat. Di sini, serabi hangat wajib disandingkan dengan aneka gorengan garing. Perpaduan gurihnya serabi tradisional dan renyahnya gorengan menciptakan harmoni rasa yang bikin ketagihan—sebuah menu sarapan dini hari yang sempurna untuk melawan dinginnya udara kaki Gunung Slamet.
Kuliner "Midnight" Pemalang
Buka mulai pukul 01.00 WIB hingga waktu subuh tiba, tempat ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Mulai dari warga lokal yang butuh kehangatan, pekerja malam, hingga pelancong yang sengaja datang demi menuntaskan rasa penasaran. Bagi mereka, menikmati Serabi Pulosari bukan sekadar mengisi perut, melainkan merayakan tradisi kuliner yang merawat ingatan.
Info Warung:
- Nama: Serabi Khas Pulosari
- Lokasi: Cikendung, Dukuh Krajan, Pulosari, Pemalang.
- Jam Buka: 01.00 WIB – Subuh.




Leave a Comment